WELCOME TO CANDRA PRATAMA JIHAN BLOG

Selamat membaca isi dari bloger ini.Mungkin ada yang bermanfaat di dalam bloger ini...

.......GOOD LUCK......

Senin, 07 November 2011

Gedung Putih Tanggapi Petisi UFO dan Alien

     Dua petisi disampaikan pada Presiden Barack Obama. Meminta Gedung Putih -- yang disebut sengaja menutupi keberadaan makhluk ekstraterrestrial -- mengungkap dokumen-dokumen dari seluruh lembaga, termasuk militer, yang relevan dengan fenomena itu. Termasuk kontak mereka dengan alien.

Gedung Putih akhirnya memenuhi tuntutan itu. "Pemerintah Amerika Serikat tak punya bukti adanya kehidupan lain di luar Bumi, atau bahwa mahluk ekstraterrestrial telah mengontak manusia," kata Phil Larson, pejabat Gedung Putih yang membidangi sains dan teknologi.

"Sebagai tambahan, tak ada informasi kredibel yang membuktikan ada bukti yang sengaja disembunyikan dari masyarakat," kata dia.

Untuk diketahui, petisi yang berisi tuntutan agar pemerintah Obama menguak pengetahuan atau bahkan komunikasi dengan alien ditandatangani 5.387 orang, sementara 12.078 orang menuntut penjelasan Gedung Putih soal hubungan alien dengan manusia.

"Ratusan anggota militer dan birokrat menjadi saksi dan memberi pengakuan yang mengonfirmasi keberadaan mahluk ekstraterrestrial," kata petisi yang kedua. "Jajak pendapat saat ini mengindikasikan, lebih dari 50 persen orang AS percaya ada keberadaan mahluk luar angkasa, 80 persennya yakin pemerintah tidak mengatakan kebernaran soal ini. Masyarakat berhak tahu."

Petisi itu dipicu sebuah inisiatif yang dikeluarkan pemerintah Obama, yang disebut 'We the People' yang mewajibkan staf pemerintah merespon dan mempertimbangkan untuk ambil tindakan terkait isu yang ditandatangani setidaknya 5.000 orang secara online dalam 30 hari. Belakangan, diputuskan, tanda tangan minimal menjadi 25.000,

Kembali ke jawaban Gedung Putih, Larson menekankan, fakta menunjukkan, tak ada bukti sahih tentang keberadaan mahluk luar angkasa di Bumi. Meski sejumlah peneliti telah menyimpulkan, bahwa kemungkinan ada kehidupan di luar sana, namun peluang kontak mereka dengan manusia sangat kecil, mengingat jarak yang luar biasa jauh. "Namun, bukan berarti keberadaan mahluk hidup di luar manusia, tidak didiskusikan dan dieksplorasi," kata Larson.

Ia menyebut, salah satu cara untuk mendeteksi keberadaan mahluk ekstraterrestrial adalah dengan 'memasang telinga', menemukan sinyal yang dipancarkan peradaban alien. Namun, itu belum membuahkan hasil. Cara yang awalnya menjadi proyek NASA itu kini didanai swasta.

Larson menambahkan, pesawat luar angkasa Kepler juga sedang bertugas mencari planet serupa dengan Bumi dalam zona habitasi di antara bintang-bintang, juga Curiosity rover yang segera diluncurkan ke Mars bulan ini -- untuk mencari tahu apakah ada atau pernah ada kehidupan di 'planet merah'.

Saat ini bukti yang tersaji soal kehidupan di luar angkasa saat ini, dia menambahkan, baru 'statistis dan spekulatif'. "Faktanya adalah kita tidak memiliki bukti kredibel kehadiran makhluk luar angkasa di Bumi."

Menanggapi pernyataan Gedung Putih, Paradigm Research Group, salah satu organisasi pengirim petisi mengaku tak puas. Kata mereka, tanggapan 'staf level rendah' tak bisa diterima. Mereka akan memulai kampanye petisi baru. (sumber: MSNBC, Daily Mail | umi)

Ada Cacing Hati di Sapi Kurban Gubernur Jabar

     Tujuh hewan kurban di Masjid Raya Jabar positif mengandung cacing hati. Cacing pipih itu terdapat dalam hati lima ekor sapi dan dua ekor kambing. Bahkan, cacing-cacing itu juga ditemukan pada hati sapi sumbangan dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Namun demikian, daging kurban dari sapi-sapi dan kambing yang dijangkiti cacing hati itu dinyatakan tak mempengaruhi kualitas daging kurban. "Artinya, dagingnya layak dikonsumsi," kata Pelaksana Pengawasan dan Pemeriksaan Mutu Hasil Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Bambang Heryanto di Bandung, Minggu 6 November 2011.

"Sedangkan hati yang mengandung cacing hati kita pisahkan untuk dibuang," lanjutnya.

Panitia kurban langsung mengamankan hati sapi dan kambing yang mengandung cacing itu. Total hati yang mengandung cacing hati itu seberat 12,5 kilogram. "Hatinya tak layak konsumsi. Berbahaya jika tetap dikonsumsi," kata Bambang.

Menurut Bambang, sapi dan kaming kurban itu bisa mengidap cacing hati karena saat hidup biasa diberi pakan basah. Akibatnya, hati hewan itu sangat memungkinkan untuk berkembangnya telur cacing.

Di Bandung, tambah Bambang, kasus cacing hati hewan kurban baru ditemukan di Masjid Raya. Belum ada laporan di tempat kurban lainnya. Namun, Bambang berjanji akan segera mengumpulkan data dari berbagai titik penyembelihan hewan kurban di Kota Bandung. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan bisa mengumpulkan data dari berbagai titik," ujarnya.

Pada Idul Adha kali ini total hewan kurban yang disembelih di Masjid Raya Provinsi Jawa Barat sebanyak tujuh ekor sapi dan lima ekor kambing. Daging hewan kurban tersebut akan dikemas menjadi 3.500 hingga 4.000 bungkus daging ukuran lima ons per bungkusnya.

"Hewan kurban itu sumbangan dari berbagai pihak, termasuk satu ekor sapi dari Gubernur Jabar," kata Kepala Seksi Komunikasi dan Informasi Masjid Raya Provinsi Jawa Barat Dudih Kamaludin.

Total Tayangan Halaman

Template by : kendhin x-template.blogspot.com