WELCOME TO CANDRA PRATAMA JIHAN BLOG

Selamat membaca isi dari bloger ini.Mungkin ada yang bermanfaat di dalam bloger ini...

.......GOOD LUCK......

Kamis, 19 Juli 2012

Definisi Serta Macam-Macam Akuntansi dan Manajemen


 AKUNTANSI DAN MANAJEMEN

Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor,pemasok, serta pemerintah. Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan ini yang disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham. Hal penting dari akuntansi keuangan adalah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan- aturan yang harus digunakan didalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal. Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK. SAK ini mulai diterapkan di Indonesia pada 1994, menggantikan Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984.

Akuntansi Pemeriksaan ( Auditing) adalah suatu proses sistematika untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menerapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.
Akuntansi pemeriksaan merupakan kegiatan akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan akuntansi keuangan atau akuntansi umum.akuntansi publik melakukan pemeriksaan terhadap catatan yang menunjang laporan keuangan dengan menyatakan kelayakan dan dapat dipercayanya laporan keuangan. Dalam perusahaan sering dipekerjakan seorang pemeriksa intern (intern auditor) yang tugasnya menentukan pelaksanaan tiap bagian perusahaan dalam mematuhi kebijakan pimpinan.

Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk
menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai
waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan
mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai. Pengertian dan Fungsi Akuntansi
Biaya menurut beberapa pakar:
Menurut Schaum
Pengertian dari Akuntansi biaya:
adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya: Melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.
Menurut Carter dan Usry
Pengertian dari Akuntansi Biaya :Penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.

Akuntansi Biaya (Cost Accounting) Akuntansi biaya berhubungan dengan penetapan dan pengendalian biaya. Pengumpulan dan penganalisisan data biaya, baik biaya yang telah terjadi maupun yang akan terjadi (prakiraan) digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusunan program perhitungan biaya di masa yang akan datang.

Akuntansi manajemen adalah disiplin ilmu yang berkenaan dengan penggunaan informasi akuntansi oleh para manajemen dan pihak-pihak internal lainnya untuk keperluan penghitungan biaya produk, perencanaan, pengendalian dan evaluasi, serta pengambilan keputusan. Definisi akuntansi manajemen menurut Chartered Institute of Management Accountant (1994:30) yaitu: Penyatuan bagian manajemen yang mencakup, penyajian dan penafsiran informasi yang digunakan untuk perumusan strategi, aktivitas perencanaan dan pengendalian, pembuatan keputusan, optimalisasi penggunaan sumber daya, pengungkapan kepada pemilik dan pihak luar, pengungkapan kepada pekerja, pengamanan asset. Bagian integral dari manajemen yang berkaitan dengan proses identifikasi penyajian dan interpretasi/penafsiran atas informasi yang berguna untuk:
*Merumuskan strategi.
*Proses perencanaan dan pengendalian.
*Pengambilan keputusan.
*Optimalisasi keputusan.
*Pengungkapan pemegang saham dan pihak luar.
*Pengungkapan entitas organisasi bagi karyawan.
*Perlindungan atas asset organisasi.

Akuntansi Manajeman (Managerial Accounting) Akuntansi manajemen berhubungan dengan pengidentifikasian dan pemilihan yang terbaik dari beberapa alternatif kebijakan atau tindakan dengan menggunakan data historis atau taksiran untuk membantu pimpinan.

Akuntansi Pajak
(Tax Accounting)
adalah Bidang Akuntansi yang mengkalkulasi, menangani,mencatat, bahkan menganalisa dan membuat strategi perpajakan sehubungan dengan kejadian-kejadian ekonomi (transaksi) perusahaan.

sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan bagi perusahaan atau suatu organisasi bisnis.
Sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan besar sangat kompleks. Kompleksitas sistem tersebut disebabkan oleh kekhususan dari sistem yang dirancang untuk suatu organisasi bisnis sebagai akibat dari adanya perbedaan kebutuhan akan informasi oleh manajer, bentuk dan jalan transaksi laporan keuangan. Sistem akuntansi terdiri atas dokumen bukti transaksi, alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya. Operasi suatu sistem akuntansi meliputi tiga tahapan:
* Harus mengenal dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik mengenai jumlah fisik mupun jumlah rupiahnya, serta data penting
lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan.
* Harus mengelompokkan dan
mencatat data yang tercantum
dalam dokumen bukti transaksi
kedalam catatan-catatan akuntansi.
*Harus meringkas informasi yang tercantum dalam catatan- catatan akuntansi menjadi laporan-laporan untuk manajemen dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Sistem akuntansi berhubungan dengan penyusunan rencana, pelaksanaan proses akuntansi, prosedur pengumpulan, dan pelaporan data keuangan sehingga tercipta tata kerja yang efektif dan efisien.

Akuntansi Anggaran (Budgeting) Akuntansi anggaran
digunakan untuk menyusun rencana keuangan yang berkaitan dengan perusahaan untuk jangka waktu tertentu dan untuk membandingkan antara rencana dan pelaksanaan yang terjadi.

Akuntansi Pemerintah ( Govermental accounting ) Akuntansi pemerintah berhubungan dengan pencatatan dan pelaporan transaksi ekonomi di lembaga- lembaga pemerintah. Pencatatan itu mencakup administrasi keuangan negara, pelaporan, dan pengontrolan anggaran tidak terjadi penyimpangan dari undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Akuntansi Pendidikan (Educational Accounting) Akuntansi pendidikan berhubungan dengan pengajaran, penyuluhan, penelitian, dan konsultasi di bidang pengembangan akuntansi.

Akuntansi sosial (Social accounting) Akuntansi sosial berhubungan dengan pencatatan dan pelaporan tentang perubahan sosial akibat kemajuan teknologi, ekonomi, dan budaya. Misalnya, melakukan perhitungan kepadatan wisata untuk bahan pertimbangan dalam mengalokasikan dana pembangunan di bidang pariwisata.

Akuntansi Lembaga Nirlaba ( Non Profit Accounting ) adalah
Bidang akuntansi yang secara khusus diterapkan pada organisasi - organisasi yang aktivitasnya bertujuan tidak mencari laba / keuntungan seperti lembaga pendidikan maupun yayasan.

Akuntansi internasional
memperluas akuntansi yang bertujuan umum yang berorientasi nasional, dalam arti luas untuk
- Analisa komparatif internasional
- Pengukuran dari isu-isu pelaporan akuntansinya yang unik bagi transaksi2 bisnis mulitnasional
- kebutuhan akuntansi bagi pasar-pasar keuangan internasional
- harmonisasi keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitas-aktivitas politik, organisasi, profesi dan pembuatan standar
RINGKASAN
Beberapa bidang spesialisasi
dalam akuntansi, antara lain :
1. Akuntansi Keuangan, meliputi kegiatan pencatatan transaksi, penyusunan laporan-laporan periodik yang sesuai dengan Standart Akuntansi Keuangan.
2. Auditing, meliputi kegiatan pemeriksaan atas catatan- catatan akuntansi secara bebas. Pemeriksaan akuntan ini meliputi pemeriksaan terhadap system dan prosedur perusahaan, catatan-catatan yang mendukung laporan keuangan, serta memberikan pendapat mengenai "kelayakan dan kewajaran" laporan keuangan yang bersangkutan.
3. Akuntansi Biaya, merupakan bidang akuntansi yang penekanannya pada masalah penetapan dan pengendalian biaya, dari saat produsi siap dimulai sampai dengan barang selesai diproses/diproduksi.Hasil akhir dari akuntansi adalah "laporan perhitungan Harga Pokok Produksi"
4. Akuntansi Manajemen, bidang akuntansi yang mengolah kasus-kasus tertentu yang dihadapi para manajer perusahaan dari berbagai jenjang organisasi (Intern Perusahaan).
5. Akuntansi Pajak, adalah bidang akuntansi yang mencakup penyusunan surat pemberitahuan pajak, mempertimbangkan konsekuensi perpajakan dari transaksi usaha yang direncanakan.
6. Sistem Akuntansi, adalah bidang khusus yang menangani perencanaan dan penerapan prosedur-prosedur untuk mengumpulkan dan melaporkan data keuangan.
7. Akuntansi Anggaran, adalah bidang akuntansi yang menyajikan rencana operasi keuangan untuk periode tertentu, kemudian membandingkan relalisasi dengan rencana operasi, sehingga operasi perusahaan dapat dimonitor dan dikendalikan.
8. Akuntansi Internasional, merupakan bidang akuntasi yang khusus menyangkut masalah-masalah perdagangan perdagangan internasional dari perusahaan-perusahaan multinasional.
9. Akuntansi Lembaga Nonprofit, adalah bidang akuntasi yang mengkhususkan pada masalah pencatatan dan pelaporan transaksi dari unit-unit pemerintah
10. Akuntansi Sosial, adalah bidang akuntansi yang mengukur biaya dan manfaat social, misalnya mengenai masalah penggunaan dana kesejahteraan social dalam sebuah kota besar.
11. Akuntansi Pendidik, adalah bidang akuntansi yang menyangkut ruang lingkup pendidikan.

Minggu, 01 Juli 2012

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DAN APLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DAN APLIKASINYA DALAM  PEMBELAJARAN
Makalah ini berisikan tentang informasi Pekembangan Teknologi Keyboard dan Mouse atau yang lebih khususnya membahas sejarah dan macam-macam Keyboard dan Mouse.Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Teknologi
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.Amin.



Surabaya, 29 Juli 2012


Jihan Candra Pratama




BAB I
I. Pendahuluan
Perkembangan dalam bidang sains terutama smart material membawa dampak yang luar biasa dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terutama komputer. Komputer dari tahun-ketahun mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama kemampuan dan kecepatannya menyimpan, mengolah, dan mengirim data.
 Dengan kemampuan komputer yang sangat tinggi, memungkinkan teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat, demikian juga aplikasinya. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan komputer saat ini dan arahnya nanti ke depan maka akan dibahas perkembangan teknologi komputer yang mendasari teknologi informasi dan komunikasi dan aplikasinya dalam dunia pendidikan terutama dalam pembelajaran.
BAB II
II. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi berasal dari bahasa Inggris
Information and Comunication Technology (ICT). Teknologi (technology)
merupakan alat atau sarana teknis yang digunakan manusia untuk meningkatkan
perbaikan/penyempurnaan lingkungannya. Teknologi merupakan suatu
pengetahuan tentang cara menggunakan alat dan mesin untuk melaksanakan tugas
secara efisien. Selain itu, teknologi dapat juga dikatakan sebagai pengetahuan,
alat, dan sistem yang digunakan untuk membuat hidup lebih mudah dan lebih baik
(make our life more easy and comfortable). Melalui pemanfaatan teknologi
memungkinkan orang dapat berkomunikasi dan/atau menyampaikan/menerima
informasi dengan lebih baik dan lebih cepat.
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi tergantung pada
perkembangan komputer. Semakin pesat perkembangan komputer, semakin pesat
pula perkembangan TIK.
Komputer adalah suatu mesin yang menggunakan sistem pemrograman
yang didisain untuk melaksanakan operasi aritmetika dan operasi logika secara
sistematis dan otomatis. Komputer konvensional terdiri dari beberapa memori
untuk penyimpan data, paling sedikit satu memori yang dapat melaksanakan
operasi aritmetika dan logika, dan unsur pengurut dan pengontrol yang dapat
mengubah susunan operasi yang didasari pada informasi yang disimpan. Unit
pemrosesan komputer mampu melangsungkan sederet instruksi yang dapat dibaca,
dimanipulasi dan menyimpan data.
Komputer elektronik pertama dikembangkan pada pertengahan abad 20
(1940–1945). Komputer modern yang didasari atas sirkuit terintegrasi (integrated
circuits, IC) memiliki kemampuan jutaan – miliar kali lebih tinggi dibandingkan
komputer pertama. Komputer personal dalam berbagai bentuknya merupakan
ikon era informasi (Information Age).
Nanotransistor
Kemampuan komputer tergantung
sekali dengan teknologi IC. Perusahan
komputer telah mampu mengebangkan chips
yang menggunakan teknologi fabrikasi 32
nanometer (Klabunde, 2001 dan Ratner, 2003).
Chips tersebut terdiri dari sekitar 1.9 miliar
transistor dalam kepingan chip tunggal.
Semakin banyak transistor yang mampu dimuat
dalam single chip maka komputer memiliki
kemampuan semakin tinggi.
Sebagai perbandingan, Pentium 4 menggunakan chip dengan 42 juta
transistor berukuran 0,18 mikron atau 180 nanometer. Pada tahun 2011, ukuran
transistor semakin kecil mencapai 0,025 mikron (25 nm). Semakin banyak
transistor berarti chips semakin cepat. Dengan satu miliar transistor dalam satu
chip akan menghasilkan kecepatan 10 – 20 GHz.
Teknologi Layar
Seiring dengan evolusi transistor, teknologi layar (monitor) yang
digunakan untuk tampilan komputer juga mengalami evolusi. Perkembangan
dalam bidang smart material telah mengubah teknologi layar (display technology)
dari monitor Cathode Ray Tube (CRT) menjadi Liquid Crystal Display (LCD),
plasma display, dan terakhir Light Organic Emiting Diode (LOED) display.
Teknologi LOED display menggunakan smart material polimer penghantar listrik
(György, 2008), sehingga ketebalan layar menjadi semakin tipis, sampai suatu
saat nanti akan dihasilkan layar fleksibel.
Chips dengan teknologi transistor
ukuran 32 nm.

BAB III
III. Aplikasi TIK dalam Pembelajaran

Pemahaman mengenai teknologi informasi dan komunikasi dalam konteks
pembelajaran di kelas adalah sebagai alat atau sarana (Haddad, 2005) yang
digunakan untuk melakukan perbaikan/penyempurnaan kegiatan pembelajaran
sehingga para pebelajar menjadi lebih otonom dan kritis dalam menghadapi
masalah, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan hasil kegiatan belajar
pebelajar (Karsenti, 2005). Teknologi dapat dan benar-benar membantu pebelajar
mengembangkan semua jenis keterampilan, mulai dari tingkat yang sangat
mendasar sampai dengan tingkat keterampilan berpikir kritis yang lebih tinggi
(MacKinnon, 2005).
Kementerian Negara Riset dan Teknologi memberikan rumusan pengertian
mengenai TIK sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Lebih jauh dikemukakan bahwa TIK secara umum adalah semua teknologi yang
berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan,
penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Pemahaman TIK yang
demikian ini mencakup semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi,
dan infrastruktur.
Dari uraian yang telah dikemukakan di atas mengenai TIK, maka
penerapannya di lingkungan pendidikan/pembelajaran dapatlah dikatakan bahwa
TIK mencakup perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi (materi
pelajaran/perkuliahan), dan infrastruktur yang fungsinya berkaitan dengan
pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran,
dan penyajian informasi (materi pelajaran/perkuliahan).
Dalam blue print TIK untuk pendidikan, fungsi-fungsi TIK digambar
sebagai sebuah bangunan gedung. Terdiri dari pondasi, tiang, dan atap,
sebagaimana dapat dilihat pada gambar PERANAN TIK DI INDONESIA
Pertama, dapat kita lihat bahwa TIK berfungsi sebagai Sumber Belajar, dapat
berupa referensi berbagai ilmu pengetahuan yang tersedia dan dapat
diakses melalui fasilitas TIK, pengelolaan pengetahuan, jaringan
pakar, jaringan antara institusi pendidikan, dll.
Kedua, fungsi TIK sebagai alat bantu pembelajaran dapat berupa alat bantu
mengajar bagi pengajar, alat bantu belajar bagi pebelajar, serta alat
bantu interaksi antara pengajar dengan pebelajar.
Ketiga, fungsi TIK sebagai fasilitas pendidikan di kampus/tempat belajar dapat
berupa pojok internet, perpustakaan digital, kelas virtual, lab
multimedia, papan elektronik, dll.
Aplikasi TIK dalam pembelajaran terutama dalam pembuatan materi
pembelajaran, media dan e-learning.
3.1 Media Pembelajaran berbasis TIK
Menurut Arsyad (2008) kata media berasal dari bahasa Latin medius yang
berarti “tengah”, “perantara” atau “pengantar”. Pengertian media mengarah
kepada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi (pesan) antara
pemberi pesan (sumber) dan penerima pesan. Hubungan komunikasi interaksi
akan berjalan lancar dan tercapai hasil yang maksimal apabila digunakan alat
bantu yang disebut media.
UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pembelajaran
diartikan sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar. Agar proses pembelajaran berlangsung
dengan baik dan dengan hasil yang optimal maka media pembelajaran sangat
diperlukan. Dalam proses pembelajaran, media didefinisikan sebagai sesuatu yang
membawa informasi atau pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara
dosen dan mahasiswa atau antara gugu dan siswa.
Setiap media yang digunakan pada umumnya memiliki manfaat untuk
tujuan pencapaian proses belajar mengajar. Menurut Sujana (dalam Pasek, 2011)
media pembelajaran memiliki empat manfaat. Pertama, pembelajaran akan lebih
menarik perhatiam mahasiswa/siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi
belajar. Kedua, materi pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat
lebih dipahami oleh mahasiswa/siswa. Ketiga, metode mengajar akan lebih
bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh
dosen, sehingga mahasiswa tidak bosan dan dosen tidak kehabisan tenaga.
Keempat, mahasiswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya
mendengarkan uraian dosen, tetapi juga aktivitas lainnya seperti mengamati,
melakukan, mendengarkan, dan mendemontrasikan.
Munadi (dalam Saprudin, 2010) menjelaskan bahwa media pembelajaran
merupakan segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari
sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif
dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efektif dan efisien.

Hakekat media dalam proses pembelajaran berfungsi sebagai instrumental, dengan
kata lain media berarti tidak hanya sekedar alat saja, namun untuk mencapai atau
memiliki tujuan. Alat yang dimaksud dalam media adalah alat untuk memebantu
proses pembelajaran, alat untuk mempermudah pemahaman masalah yang sedang
dibahas, dan alat untuk mempermudah mengungkapkan hal-hal yang rumit. Jadi
sebagai alat, media bisa digunakan untuk berbagai tujuan, tetapi tidak semua
tujuan, karena setiap media memiliki ciri atau karakteristik dan kekhasannya
masing-masing, sehingga hanya tepat digunakan untuk tujuan-tujuan yang khas
dan sesuai pula.
Setiap penggunaan media pembelajaran memiliki tujuan dalam
pemcapaian tujuan pembelajaran. Raharjo (dalam Pasek, 2011) menjelaskan
penggunaan media pembelajaran memiliki enam tujuan: (1) sebagai ilustrator
yaitu berperan menggambarkan masalah secara jelas, (2) membentuk kode
(sandi), (3) mampu menunjukkan gambaran hidup (animasi), (4) memahami
maknanya (kodifikasi), (5) melahirkan kesadaran baru (dekodifikasi), dan (6)
mewujudkan terjadinya perubahan ke arah perbaikan (transformasi).
Terdapat berbagai jenis media pembelajaran, antara lain: simulasi, audio,
visual, gambar, grafis, gambar cetakan, audio visual, dan multimedia.
Penggabungan beberapa media sering disebut multimedia. Menurut Hamalik
(1986), Jamarah (2002), dan Sadiman dkk (1986) mengelompokkan media
berdasarkan jenisnya menjadi tiga jenis, yaitu:
(1) Media audio, yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara
saja, seperti taperecorder.
(2) Media visual, yaitu media yang hanya mengandalkan indera penglihatan
dalam wujud visual.
(3) Media audiovisual, yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur
gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, dan
media ini dibagi ke dalam dua jenis yaitu: (a) audiovisual diam, yang
menampilkan suara dan visual diam, seperti film sound slide, dan (b)
audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan
gambar yang bergerak, seperti film, video cassete da VCD.
Menurut tim pengembang MPBTIK (2010) beberapa definisi multimedia yaitu:
(1) Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video
(2) Multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen yaitu suara,
gambar, dan teks.
(3) Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau
output dari data, media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi,
video, teks, grafik, dan gambar.
(4) Multimedia merupakanalat yang menciptakan presentasi yang dinamis dan
interaktif ang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio, dan gambar
video.
(5) Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan
menggabungkan teks, grafik, audio, video dan animasi dengan

menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan
navigasi, berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.
Levie dan Lentz (dalam Sandi, 2011) mengemukana empat fungsi media
pembelajaran, khususnya media visual. (1) Fungsi atensi. Seringkali pada awal
pembelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran. Media visual dapat
digunakan untuk menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi
pada isu pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau
menyertai teks materi pelajaran. (2) Fungsi afektif. Gambar visual dapat
menggugah emosi dan sikap siswa. (3) Fungsi kognitif. Sesuai hasil penelitian,
media visual dapat memperlancar pencapaian tujuan untuk mengingat dan
memahami informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. (4) Fungsi
kompensatoris. Media visual yang memberikan konsteks untuk memahami teks
membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi
dalam teks dan mengingatnya kembali.
3.2 E-learning
Secara sederhana e-learning dapat diartikan sebagai pembelajaran
elektronik. LearnFram.Com dalam Glossary of E-learning Terms mendefinisikan
e-lerning sebagai sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk
mendukung pembelajaran dengan media internet, jaringan komputer, maupun
komputer standalone. Beberapa istilah lain yang digunakan untuk e-learning
adalah: internet-based learning (pembelajaran berbasis intenet), virtual learning
environment (pembelajaram melalui lingkungan maya), dan web-based learning
(pembelajaran berbasis web). Menurut Praherdhiono (2010) e-learning memiliki
kharakteristik seperti diuraikan di bawah ini.
Karakteristik Penjelasan
Non-linearity Pemakai (user) bebas untuk mengakses (browse)
tentang objek pembelajaran dan terdapat
fasilitas untuk memberikan persyaratan tergantung
pada pengetahuan pemakai.
Self Managing Pemakai dapat mengelola sendiri proses
pembelajaran dengan mengikuti struktur yang
telah dibuat.
Feedback-Interactivity Pembelajaran dapat dilakukan dengan interaktif
dan disediakan feedback pada proses
pembelajaran.
Multimedia-Learners style E-learning menyediakan fasilitas multimedia.
Keuntungan dengan menggunakan multimedia,
siswa dapat memahami lebih jelas dan nyata
sesuai dengan tipe siswanya.

Karakteristik Penjelasan
Just in time E-learning menyediakan kapan saja yang
diperlukan pemakai, untuk menyelesaikan
permasalahan atau hanya ingin meningkatkan
pengetahuan dan ketrampilan.
Dynamic updating Mempunyai kemampuan memperbaharui isi
materi secara otomatis pada perubahan yang
terbaru.
Easy Accessibility/Access
Ease
Hanya menggunakan browser atau mungkin
diperlukan beberapa aplikasi pendukung.
Collaborative learning Dengan tool pembelajaran memungkinkan kita
saling interaksi, maksudnya bisa berkomunikasi
secara langsung pada waktu yang bersamaan
(synchronous) atau berkomunikasi pada waktu
yang berbeda (asynchronous). Pemakai bisa
berkomunikasi dengan pembuat materi, siswa
yang lain, pengunjung.
Setidaknya ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan
pembelajaran di dalam kelas (classroom intruction), yaitu sebagai tambahan
(suplement) yang sifatnya pilihan/opsional, pelengkap (complement), dan
pengganti (substituent).
E-learning memiliki kelebihan dibandingkan dengan pembelajaran
langsung yang biasa digunakan saat ini. Berikut adalah kelebihan yang ada dalam
e-learning.
a) Interactivity: Siswa maupun pengajar memungkinkan tersedianya komunikasi
lebih banyak dan interaktif, baik secara langsung maupun tidak langsung.
b) Independency: Mengenai tempat, waktu, pengajar menjadi fleksibel.
Pembelajaran lebih berorientasi pada siswa (siswa lebih banyak aktif).
c) Accessibility: Dengan menggunakan teknologi, banyak sumber-sumber yang
mudah dicapai.
d) Adaptivity: Mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Bebas, dapat
sambil beristirahat.
e) Enrichment/enlivenment: Dalam presentasi untuk memperkaya pengajaran
memungkinkan menggunakan video streaming, simulasi, dan animasi.

IV. Penutup
Kemajuan dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dicapai saat
ini tergantung dari perkembangan sains khususnya material yang digunakan dalam
komputer. Teknologi Informasi dan Komunikasi ini memberikan nilai manfaat
yang sangat besar dalam pendidikan khusunya dalam pembelajaran, karena TIK
sangat membantu pembelajaran, mulai dari pembuatan materi ajar, media, sampai
e-learning.

Daftar Pustaka
Arsyad, A. 2008. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
György Inzelt. 2008. “Conducting Polymers”. Berlin. Heidelberg: Springer.
Haddad, W D. (2011). Technology and Teacher Education: Making the
Connection. Sumber:
http://www.techknowlogia.org/TKL_active_pages2/CurrentArticles/
main.asp?IssueNumber=18&FileType=PDF&ArticleID=434 (diakses
tanggal 31 Mei 2011).
Karsenti, T. (2011). From Blackboard to Mouse Pad: A Case Study of the
Effectiveness of E-Learning and Technology in Teacher Education
Programs. Sumber: http://www.Techknow logia.org/TKL active_pages2/
CurrentArticles/main.asp?IssueNumber=18&FileType=PDF&ArticleID=
446 (diakses tanggal 31 Mei 2011)
Klabunde, K. J. 2001. Nanoscale Material in Chemistry. Singapore: Wiley-
Interscience.
Ratner, M. dan Ratner, D. 2003. Nanotechnology. New Jersey: Prentice Hall.
MacKinnon, S. (2011). Technology Integration in the Classroom: Is There Only
One way to Make It Effective? Sumber:http://www.techknowlogia.org/
TKL_active_ pages2/CurrentArticles/main.asp? Issue
Number=18&FileType =PDF&ArticleID=445 (diakses tanggal 31 Mei
2011).

Senin, 25 Juni 2012

TEKNOLOGI KOMUNIKASI WIRELESS

Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter).(ISM adalah band (Industrial Scientific and Medical) bebas lisensi yang ditetapkan oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC). FCC menetapkan undang-undang yang mengatur pengoperasian piranti LAN nirkabel. Band ISM berada pada lokasi mulai dari 902 MHz, 2.4 GHz dan 5.8 GHz dengan lebar yang bervariasi dari sekitar 26 MHz hingga 150 MHz.)







Spesifikasi bluetooth menyediakan definisi link layer dan application layer sehingga mendukung aplikasi data dan suara. Teknologi bluetooth juga dapat menembus benda padat dan bersifat omni-directional sehingga tidak memerlukan posisi line-of-sight seperti pada inframerah. Keamanan merupakan prioritas utama dalam pengembangan spesifikasi bluetooth.Bluetooth sendiri dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11, hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak layanan yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah.Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya untuk menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bercacam-macam.KEUNTUNGAN TEKNOLOGI BLUETOOTH Teknologi bluetooth memiliki fitur-fitur utama ketangguhan (robustness), kebutuhan daya yang kecil (low power consumption) dan biaya yang murah. Perangkat Bluetooth menghindari interferensi dengan sistem lainnya dengan cara mengirimkan sinyal yang sangat lemah, berkisar 1 milliwatt. Sebagai perbandingan, kekuatan telepon selular dapat memancarkan suatu sinyal 3 watH







Teknologi bluetooth saat ini telah mengglobal dan menjadi standar untuk menghubungkan berbagai device elektronik, mulai dari mobile phone, portable computer, mobil, stereo headset, sampai MP3 player dll. Bluetooth juga memiliki konsep unik “profile”, sehingga memungkinkan produk untuk dapat bekerja tanpa menginstall driver, selain itu Bluetooth juga menyediakan layanan sekuritas built-in. Terdapat 3 mode sekuritas pada spesifikasi bluetooth, yaitu :Mode Keamanan 1 : non-secureMode Keamanan 2 : service level enforce securityMode Keamanan 3 : link level enforced securityDevice security levelnya terbagi menjadi 2, yaitu : trusted device dan untrusted device, sedangkan service security levelnya terbagi menjadi 3, yaitu :a. Service yang membutuhkan authorization dan authenticationb. Service yang hanya membutuhkan authenticationc. Service yang terbuka untuk semua deviceSelain layanan sekuritas yang memadai, teknologi bluetooth relatif mudah digunakan karena Bluetooth tidak memerlukan kita untuk melakukan apapun yang khusus untuk membuatnya bekerja. Perangkat menemukan satu sama lain dan mulai membunyikan suatu percakapan tanpa masukan pengguna sama sekali. Bluetooth juga mendukung kemampuan ad hoc, yakni jaringan sederhana di mana komunikasi terjadi di antara 2 perangkat atau lebih pada cakupan area tertentu tanpa harus memerlukan sebuah access point atau server.











Teknologi bluetooth juga sangat mendukung aplikasi synchronous dan asynchronous, sehingga memudahkan untuk mengimplementasikan device-device (perangkat-perangkat) yang saling berbeda untuk berbagai macam layanan, misalnya seperti suara dan internet. Selain itu, karena sinyalnya dapat menembus benda padat dan bersifat omni-directional, maka tidak memerlukan posisi line-of-sight seperti pada inframerah.Teknologi bluetooth menyediakan layanan komunikasi point to point maupun komunikasi point to multipoint. Selain itu, sistem bluetooth juga mendukung bridging jaringan, misalnya mobile phone yang menggunakan chip bluetooth dapat menggubungkan piconet lokal dengan jaringan GSM global.






Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang, antara lain di bidang semiconductor manufacture, PC manufacture, mobile network carrier, perusahaan-perusahaan automobile dan airlines tergabung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth, beberapa di antaranya yaitu Compaq, Xircom, Philips, Sony, BMW, Puma, NEC, Casio, Toshiba, Boeing, dsb












PERKEMBANGAN BLUETOOTH



Spesifikasi bluetooth dikembangkan pada tahun 1994 oleh Jaap Haartsen dan Sven Mattison yang bekerja pada Ericsson Mobile Platform di Lund, Swedia. Pada saat itu Ericsson mengkaji teknologi radio pengganti kabel dengan daya dan biaya rendah agar dapat digunakan pada berbagai perangkat konsumen. Selain itu juga karena kebutuhan-kebutuhan lain, antara lain jejak memori (footprint) kecil untuk digunakan pada perangkat berukuran kecil, kebutuhan untuk melakukan transmisi data dan suara jika mungkin secara bersamaan dan kemampuan untuk bekerja di seluruh dunia.Pada tanggal 20 Mei 1998, Ericsson, Intel, IBM, Toshiba dan Nokia membentuk Bluetooth Special Interest Group (SIG). SIG merupakan representasi dari Amerika, Eropa dan Asia dari berbagai segmen industri. SIG dimulai dengan standarisasi lingkungan untuk membuat standar de facto untuk interoperable antarmuka radio dan software jarak dekat. Bluetooth 1.0 dan 1.0B


Bluetooth versi ini memiliki banyak problem dan masih ditemukan kesulitan untuk membuat produk yang interoperable. Pada versi ini, dibutuhkan perintah manual pada Hardware Device Address (BD-ADDR) transmisi pada saat proses koneksi di antara dua device dalam satu jaringan, selain itu keamanan pengguna tidak terjamin, dan juga penggunaan protokol tanpa nama (anonymite mode) tidak dimungkinkan.Bluetooth 1.1 dan 1.2 (Oktober 1999)



Digunakan masks pada perangkat Hardware Device Address (BD-ASSR) untuk melindungi pengguna dari identity snooping (pengintai) maupun tracker. Penggunaan protokol tanpa nama (anonymite mode) sudah tersedia namun tidak diimplementasikan, sehingga konsumen biasa tidak dapat menggunakannya. Adaptive Frequency Hopping (AFH) digunakan dalam hopping sequence untuk memperbaiki daya tahan dari gangguan frekuensi(AFH bekerja dengan cara mendeteksi device-device yang lain yang ada dalam spektrum dan menghindari frekuensi yang digunakan oleh device-device tersebut).



Diperkenalkan Enhanced Data Rate (EDR) untuk mempercepat transfer data. Dengan EDR dimungkinkan kecepatan transmisi menjadi tiga kali lipat bahkan sampai 10 kali lipat pada kasus tertentu. Berkurangnya kompleksitas multiple simultaneous connection dengan menggunakan bandwith tambahan. Penggunaan


Menyediakan informasi tambahan selama prosedur inquiry untuk mengijinkan filtering device yang lebih baik sebelum koneksi dilakukan. Berkurangnya konsumsi daya ketika device berada pada mode sniff low-power. Memungkinkan kunci enkripsi untuk direfresh, sehingga memungkinkan enkripsi yang lebih baik. Selain itu juga memungkinkan pembentukan koneksi bluetooth yang aman secara otomatis ketika interface radio Near Field Communication (NFC) tersedia (NFC=Salah satu teknologi wireles yang berbasis RFID (Radio Frequency Identification) dengan kapasitas 212 kbps dengan range jarak 0-20 cm dan range frekuensi 13,56 Mhz.).






Protokol-protokol bluetooth dimaksudkan untuk mempercepat pengembangan aplikasi-aplikasi dengan menggunakan teknologi bluetooth. Gambar selengkapnya dari susunan stack protokol-protokol bluetooth dapat dilihat pada Gambar 4.1. Layer‐layer bawah pada stack protokol bluetooth dirancang untuk menyediakan suatu dasar yang fleksibel untuk pengembangan protokol yang lebih lanjut. Protokol‐protokol yang lain seperti RFCOMM diambil dari protokol-protokol yang sudah ada dan protokol ini hanya dimodifikasi sedikit untuk disesuaikan dengan kepentingan bluetooth. Pada protokol‐protokol layer atas digunakan tanpa melakukan modifikasi. Dengan demikian, aplikasi‐aplikasi yang sudah ada dapat digunakan dengan teknologi bluetooth sehingga interoperability akan lebih terjamin.
Terdapat 3 buah physical layer yang sangat penting dalam protokol arsitektur bluetooth, yaitu :a. Bluetooth radio : merupakan lapisan terendah dari spesifikasi bluetooth. Lapisan ini mendefinisikan persyaratan yang harus dipenuhi oleh perangkat transceiver yang beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz ISM. b. Baseband : merupakan lapisan yang memungkinkan hubungan RF terjadi antara beberapa unit bluetooth membentuk piconet. Lapisan ini melakukan prosedur pemeriksaan dan paging untuk sinkronisasi transmisi frekuensi hopping dan clock dari perangkat bluetooh yang berbeda.c. Link Manager Protocol (LMP) : merupakan lapisan yang bertanggung jawab terhadap link set-up antar perangkat bluetooth. Hal ini termasuk aspek sekuriti seperti autentifikasi dan enkripsi dengan pembangkitan, penukaran dan pemeriksaan urutan paket dari lapis baseband. ARSITEKTUR-RADIOBluetooth berkomunikasi pada frekuensi 2,4 GHz yang telah ditetapkan oleh FCC (Komisi Komunikasi Federal) sebagai band bebas lisensi untuk penggunaan alat industri, medis dan ilmiah (ISM/Industrial Scientific and Medical). Penggunaan spektrum frekuensi 2,4 GHz secara global belum diatur, namun ada beberapa persyaratan yang harus diikuti dalam penggunaannya, yaitu meliputi :a. Spektrum dibagi menjadi 79 kanal frekuensi (walaupun beberapa negara seperti Perancis dan Spanyol hanya menyediakan 23 kanal frekuensi saja)b. Bandwith dibatasi sampai 1 MHz per kanal (channel)c. Penggunaan frekuensi hopping dalam metode pengiriman datanyad. Interferensi harus dapat diatasi dan ditangani dengan baik

KOMPOR SURYA MASA DEPAN

Teknologi Kompor yang menggunakan panas matahari sebagai bahan bakar tengah di kembangkan di Indonesia. Meski penggunanya masih minoritas teknologi ini dapat menjadi alternatif bahan bakar yang umum digunakan saat ini.
(Klik pada gambar untuk melihat selengkapnya)

teknologi_kompor-surya-0709.jpg
Riset oleh Agus dd, Infografis oleh Esthi E.S
(Infografis ini pernah dimuat dalam harian JurnalNasional edisi September 2007)

MOUSE MASA DEPAN

Tetikus atau yang lebih dikenal dengan nama mouse adalah alat yang digunakan untuk memasukkan data ke dalam komputer selain papan ketik. Tetikus memperoleh nama demikian karena kabel yang menjulur berbentuk seperti ekor tikus. Tetikus pertama kali dibuat pada tahun 1963 oleh Douglas Engelbart berbahan kayu dengan satu tombol. Model kedua sudah dilengkapi dengan 3 tombol. Pada tahun 1970, Douglas Engelbart memperkenalkan tetikus yang dapat mengetahui posisi X-Y pada layar komputer, tetikus ini dikenal dengan nama X-Y Position Indicator (indikator posisi X-Y).
Bentuk tetikus yang paling umum mempunyai dua tombol, masing-masing di sebelah kiri atas dan kanan atas yang dapat ditekan. Walaupun demikian, komputer-komputer berbasis Macintosh biasanya menggunakan tetikus satu tombol.
Tetikus bekerja dengan menangkap gerakan menggunakan bola yang menyentuh permukaan keras dan rata. Tetikus yang lebih modern sudah tidak menggunakan bola lagi, tetapi menggunakan sinar optikal untuk mendeteksi gerakan. Selain itu, ada pula yang sudah menggunakan teknologi nirkabel, baik yang berbasis radio, sinar inframerah, maupun bluetooth. Saat ini, teknologi terbaru sudah memungkinkan tetikus memakai sistem laser sehingga resolusinya dapat mencapai 2.000 titik per inci (dpi), bahkan ada yang bisa mencapai 4.800 titik per inci. Biasanya tetikus model ini diperuntukkan bagi penggemar permainan video.









Mouse Microsoft ini sarat dengan teknologi Multitouch dan mungkin di masa depan kita sudah tidak akan mendengar lagi bunyi “klik” di mouse komputer dan pastinya mungkin hanya jari-jari tangan saja yang bekerja nantinya.





Kali ini, Microsoft memamerkan 5 Mouse mereka yaitu FTIR Mouse, Side Mouse, Cap Mouse, Orb Mouse dan Arty Mouse dimana masing-masing mouse mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda

Senin, 04 Juni 2012

KRONOLOGI RICUH PERSEBAYA

Kronologi Ricuh Persebaya Versi Penonton
"Aksi petugas kepolisian yang menembakkan gas air mata sangat berlebihan."



Yayasan Suporter Surabaya (YSS) membeberkan insiden usai laga Persebaya Surabaya dengan Persija Jakarta dan berujung tewasnya Purwo Adi Utomo atau Tomi 18, Minggu petang 3 Juni 2012.

"Aksi petugas kepolisian yang menembakkan gas air mata ke arah penonton sangat berlebihan," kata Ketua YSS Imron, Senin malam, 4 Juni 2012.

Imron menambahkan, suporter usai laga hanya ingin mencopot spanduk di pinggir-pinggir lapangan, namun dihadang petugas polisi.

"Itu kemudian terjadi cekcok dan aksi saling dorong. Dan memicu lemparan dari tribun ke arah polisi yang ada di lapangan," katanya.

Tak dapat dicegah, botol dan gelas plastik air mineral pun berterbangan. Saat bersamaan polisi membalas dengan menghujani tembakan gas air mata ke penonton.

Akibatnya, penonton berhamburan lari menyelamatkan diri. Saat itulah banyak yang tersungkur dan terinjak-injak oleh sesama suporter.

Menurutnya, polisi tidak perlu bertindak berlebihan dalam mengatasi aksi para suporter. Apalagi dengan tembakan dan dengan kekerasan.

"Kalau Bonek ada masalah, dengan korlap saja sudah cukup. Tindakan polisi tersebut over acting," ucapnya.

Buktinya, lanjut Imron, banyak suporter di luar stadion yang sedang makan di warung juga dihajar dengan pentungan dan tendangan.

"Saya merasakan sendiri, saat makan di warung tiba-tiba ditendang dan dipukuli dengan pentungan secara membabi buta," kata Arifin suporter asal Jalan Ngagel.

Senada dengan Imron, yang biasa menjadi dirigen saat Persebaya bertanding, Okto Tyson menyebut insiden pencopotan spanduk di pinggir lapangan sebenarnya sudah selesai.

Namun secara tiba-tiba polisi datang dan menendang, memukul bahkan juga dilakukan dengan pentungan. Akibatnya, suporter emosi, itu dibalas dengan tembakan gas air mata di arah tribun.

Kekecewaan itu disampaikan Okto saat menghadiri pemakaman di rumah duka Jalan Babadan Rukun VI Surabaya, rumah Tomi.

"Kemarin saya juga curhat dengan kepolisian. Intinya, kami kecewa dengan kepemimpinan Kapolrestabes Surabaya yang sekarang, Irjen Pol Tri Maryanto," kata Okto.

Ia menilai, kepemimpinan Tri Maryanto berbeda dengan pendahulunya, Kombes Pol Coki Manurung.

"Berbeda dengan Pak Coki, mungkin karena beda karakter. Pada era Pak Coki, kepolisian sangat dekat dengan kami. Sebelum pertandingan, biasanya kami diajak sharing tentang sistem pengamanan pertandingan," tuturnya.

Kecaman itu tidak hanya datang dari pihak Bonek, masyarakat di sekitar stadion juga menyayangkan aksi brutal polisi.

"Ngawur itu, tindakan polisi sangat arogan. Tidak hanya menghalau, tapi mengejar, menangkap dan menendang," kata Rony, warga sekitar.

Ia menyebut, tidak hanya suporter dewasa, remaja berkaos hijau Persebaya tak luput dari pukulan polisi. Termasuk anak-anak dan wanita.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Boy Rafli Amar sangat menyayangkan insiden yang berujung pada kematian suporter. Dia pun mengimbau agar penyelenggara pertandingan dan pengelola klub-klub sepak bola untuk turut menata para suporter mereka.

"Agar suporter dalam memberikan dukungan bertindak sportif, tidak menampilkan sikap yang membahayakan pemain bola ataupun masyarakat dan penonton lainnya," kata Boy dalam konfrensi pers di Mabes Polri, Senin.

Boy mengatakan sikap fanatik dengan klub yang didukung tidak dilarang. Yang tidak boleh, lanjutnya, adalah sikap anarkisme dan kekerasan. "Ke depan, sikap anarki suporter ini harus kita redam bersama-sama. Butuh kerjasama dengan pihak-pihak terkait, termasuk PSSI" ujarnya.


Kapolrestabes surabaya langsung menyalahkan kami itu salah besar.

Kalau kami salah mohon dibimbing dan dibina...bukan malah di tembak gas air mata.

Total Tayangan Halaman

Template by : kendhin x-template.blogspot.com